Pemkab Gresik dan Cargill Mantapkan Kolaborasi Desa Manyar untuk Percepatan Penurunan Stunting
1 min read

Pemkab Gresik dan Cargill Mantapkan Kolaborasi Desa Manyar untuk Percepatan Penurunan Stunting

Gresik, gnnmedia.com

Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT Cargill Indonesia resmi menutup Program Promosi dan Pencegahan Stunting Fase 2 di enam desa Kecamatan Manyar. Acara yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal ini meneguhkan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting di tingkat desa.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial.
> “Penurunan stunting ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus kolaboratif, melibatkan pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” ujarnya.

Program CSR PT Cargill Indonesia menunjukkan capaian nyata. Sebanyak 42 laskar cegah stunting telah dilatih dalam komunikasi perubahan perilaku, mendukung edukasi di masyarakat. Intervensi juga menyasar kelompok strategis:
– 452 ibu menyusui menerima edukasi dan dukungan PMT,
– 440 orang tua balita PAUD memperoleh pengetahuan kesehatan melalui parenting cegah stunting,
– 300 remaja putri mendapat edukasi melalui program Youth Speak Up Cegah Stunting.

Selain itu, 300 paket PMT edukasi telah didistribusikan, 10 kali sosialisasi dilaksanakan, serta 500 stiker edukasi dipasang untuk menjangkau sedikitnya 100 keluarga sasaran. Media ini memperkuat kader dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting secara efektif.

Wabup Alif menekankan bahwa keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata.

“Program boleh banyak, relawan boleh banyak, tapi kalau tidak berdampak pada penurunan angka stunting, itu yang harus kita evaluasi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan di Kecamatan Manyar sebagai kawasan industri dengan mobilitas tinggi serta masih adanya pernikahan usia muda. Menurutnya, edukasi menjadi kunci dalam membangun kesadaran orang tua terkait pemenuhan gizi anak.

“Memberikan asupan gizi kepada anak itu tidak mudah. Butuh kesabaran, waktu, dan pemahaman. Di sinilah peran edukasi menjadi sangat penting,” imbuhnya.

Ke depan, enam desa dampingan di Kecamatan Manyar diharapkan menjadi model keberhasilan penurunan stunting yang signifikan dan berkelanjutan, dengan laskar cegah stunting sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *